YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 30 Mei 2013

Kebijakan Pemerintah Mengenai Harga BBM



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia teknologi semakin cepat dan pesat setiap tahunnya begitu juga dengan perusahaan otomotif yang memproduksi ratusan kendaraan bermotor. Diperkirakan jumlah kendaraan bermotor roda dua di Indonesia mencapai 73% setiap tahunnya. Sedangkan kendaraan bermotor roda empat mencapai 27% setiap tahunya. Banyaknya kendaraan yang diproduksi semakin banyak pula masyarakat yang membutuhkan bahan bakar minyak,khususnya wilayah jawa barat yang mendominasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Seringkali terjadi keterlambatan pendistribusian yang mengakibatkkan kelangkaan BBM seiring banyaknya kebutuhan akan BBM.
BBM adalah jenis bahan bakar (fuel) yang dihasilkan dari pengilangan (refining) minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dari perut bumi diolah dalam pengilangan (refinery) terlebih untuk menghasilkan produk-produk minyak (oil products),yang termasuk didalamnya adalah BBM. BBM dibagi menjadi dua jenis yaitu PSO (subsidi) dan Non PSO (tidak bersubsidi) yang di desain sesuai kebutuhan dan jenis kendaraan yang menggunakannya. BBM PSO terdiri dari Premium,Minyak Tanah,Minyak Solar,dan Bio Solar. Sedangkan BBM Non PSO terdiri dari Pertamax,Pertamax Plus,Bio Pertamax dan Pertamina Dex.
Kelangkaan BBM terparah diIndonesia terjadi pada tahun 2000. Pada tahun 2005 Indonesia dilanda dengan kelangkaan BBM yang kemudian kejadian itu terulang kembali pada tahun 2008. Besarnya pasar BBM Nasional menduduki urutan ke lima di Asia setelah Cina (6,3 juta barrel perhari), Jepang (5,5 juta barrel perhari), India (2,4 juta barrel perhari), Korea Selatan (2,25 juta barrel perhari) dan Indonesia (1,4 juta barrel perhari).
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian Bahan Bakar Minyak itu?
2.      Apa saja dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak?
3.      Apa saja macam-macam Bahan Bakar?
4.      Bagaimana kenaikan BBM menimbulkan inflasi?
5.      Bagaimana cara mengatasi kenaikan BBM?
1.3 TUJUAN MASALAH
1.      Mengetahui pengertian Bahan Bakar Minyak.
2.      Mengetahui dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak.
3.      Mengetahui macam-macam Bakar Bakar.
4.      Mengetahui kenaikan BBM menimbulkan inflasi.
5.      Mengetahui cara mengatasi kenaikan BBM.
1.4 MANFAAT MASALAH
1.    Penulis, seluruh kegiatan penyusunan dan hasil dari penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah pengalaman, wawasan dan ilmu dari masalah yang dibahas dalam makalah ini.
2.     Pembaca, makalah ini daharapkan dapat dijadikan sebagai sumber tambahan dan sumber informasi dalam menambah wawasan pembaca.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian BBM.
Adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai adalah logam radioaktif,maka oleh itu bahan bakar minyak terutama solar,premium dan pertamax menjadi bahan bakar minyak yang sangat diincar masyarakat luas dan menjadi bahan bakar unggulan yang dibeli setiap hari sebagai bahan bakar kendaraan. Sebab itu kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap masyarakat terutama golongan menengah kebawah untuk bahan bakar premium.

v  Bahan Bakar dibedakan menjadi tiga wujud yaitu Cair,Padat dan Gas. Jenis-jenis Bahan Bakar yaitu :
A.    Bahan Bakar Cair.
Bahan bakar yang berbentuk cair, paling populer adalah bahan bakar minyak atau BBM. Selain bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, bahan bakar cair biasa digunakan kendaraan bermotor. Karena Bahan Bakar cair seperti Bensin bisa dibakar dalam karburator dan menjalankan mesin.
B.     Bahan Bakar Padat.
Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan menjadi sumber energi panas. Misalnya kayu dan batubara. Energi panas yang dihasilkan bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan peralatan dan menyediakan energi.
C.     Bahan Bakar Gas.
Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquid Petroleum Gas (LPG. CNG pada dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan untuk sebagian kendaraan bermotor.

v  Bahan bakar yang secara alami didapat dari alam :

1.      Gas Alam.
2.      Metan dari penambang batu bara.
3.      Bahan bakar gas yang terbuat dari bahan bakar padat.
4.      Gas yang terbentuk dari batu bara.
5.      Gas yang terbentuk dari limbah dan biomasa.
6.      Gas yang terbuat dari minyak bumi.
7.      Gas dari proses fermentasi.

2.2  Dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak.

v  Dampak Positif :
1.      Munculnya bahan bakar dan kendaraan alternatif
Seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia, muncul berbagai bahan bakar alternatif baru. Yang sudah di kenal oleh masyarakat luas adalah BBG (Bahan Bakar Gas). Harga juga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi. Ada juga bahan bakar yang terbuat dari kelapa sawit. Tentunya bukan hal sulit untuk menciptakan bahan bakar alternatif mengingat Indonesia adalah Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Selain itu, akan muncul juga berbagai kendaraan pengganti yang tidak menggunakan BBM, misalnya saja mobil listrik, mobil yang berbahan bakar gas, dan kendaraan lainnya.
2.      Pembangunan Nasional akan lebih pesat
Pembangunan nasional akan lebih pesat karena dana APBN  yang awalnya digunakan untuk memberikan subsidi BBM, jika harga BBM naik, maka subsidi dicabut dan dialihkan untuk digunakan dalam pembangunan di berbagai wilayah hingga ke seluruh daerah.
3.      Hematnya APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Jika harga BBM mengalami kenaikan, maka jumlah subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berkurang. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dapat diminimalisasi.
4.      Mengurangi Pencemaran Udara
Jika harga BBM mengalami kenaikan, masyarakat akan mengurangi pemakaian bahan bakar. Sehingga hasil pembuangan dari bahan bakar tersebut dapat berkurang, dan akan berpengaruh pada tingkat kebersihan udara.
v  Dampak negatif :
1.      Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi lebih mahal.
Harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya biaya produksi sebagai imbas dari naiknya harga bahan bakar.
2.      Apabila harga BBM memang dinaikkan, maka akan berdampak bagi perekonomian khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah).
3.      Meningkatnya biaya produksi yang diakibatkan oleh: misalnya harga bahan, beban transportasi dll.
4.      Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus.
5.      Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran.
6.      Inflasi
Inflasi akan terjadi jika harga BBM menglami kenaikan. Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi suatu barang atau jasa.

v  Grafik kenaikan BBM dari tahun 1965-2008 yaitu :

 
Dapat kita lihat dari tahun 1965 sampai 1976 minyak tanah tidak ada perubahan harga Rp0.5/liter, begitupula dengan premium dan solar. Pada saat tahun 1983 sampai 1991 mulai ada kenaikan harga premium,solar dan minyak tanah menjadi Rp 5.00/liter, pada tahun 2000 mengalami kenaikan harga premium Rp 1.200/liter,dan solar Rp 5.00/liter. Sedangkan pada tahun 2001 harga premium menjadi Rp 1.500/liter, dan harga solar menjadi Rp 1.000/liter, sedangkan harga minyak tanah tetap. Pada tahun 2002 sampai 2003 harga premium dan solar mengalami harga yang sama yaitu Rp 2.000/liter, sedangkan harga minyak tanah Rp 8.00/liter. Tahun 2005 sampai 2007 harga premium dan solar naik menjadi Rp 4.500/liter,dan akhir Tahun 2008 minyak tanah mengalami kenaikan harga menjadi Rp 2.500/liter, solar mengalami harga yang tetap dengan tahun 2007 sedangkan premium naik lagi menjadi Rp 6.000/liter.

v  Kesimpulan dari grafik tersebut adalah :

Premium diIndonesia naik dari Rp 0.5 pada Tahun 1966 menjadi Rp 5500 pada bulan Desember 2008. Kenaikan 11.000 kali, jauh dibawah angka pertumbuhan Indonesia selama 32 tahun. Sedangkan harga solar naik dari Rp 0.4 pada Tahun 1996 menjadi Rp 5500 pada bulan Desember 2008. Kanaikan lebih 13.750 kali dari semula. Harga minyak tanah naik dari Rp 0.3 pada Tahun 1966 menjadi Rp 2.500 pada bulan Desember 2009.

v  Table kenaikan-kenaikan harga BBM tahun 2003-2012 :
Berlaku
Harga (Rupiah per liter)
Tahun
Tanggal
  Bensin premium
Minyak solar
Minyak tanah
4.500,00
4.500,00
2.500,00
5.000,00
4.800,00
2.500,00

5.500,00
5.500,00
2.500,00

6.000,00
5.500,00
2.500,00
4.500,00
4.300,00
2.000,00

2.400,00
2.100,00
2.200,00
1.810,00
1.650,00
1.800,00

1.810,00
1.890,00
1.970,00

Penjelasan table diatas pada awal bulan 1 Januari 2003 harga bensin premium Rp 1.810/liter, minyak solar Rp 1.890/liter,dan minyak tanah Rp 1.970/liter. Saat tanggal 21 Januari 2003 bensin premium masih dengan harga Rp 1.810/liter, sedangkan minyak solar Rp 1.650/liter dan minyak tanah Rp 1.800. Pada tanggal 1 Maret 2005 bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 2.400/liter dan minyak solar Rp 4.300/liter dan minyak tanah Rp 2.200/liter. Pada tangggal 1 Oktober 2005 bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 4.500/liter dan minyak solar Rp 4.300/liter dan minyak tanah mengalami penurunan menjadi Rp 2.000/liter. Masuk Tahun 2008 pada tanggal 24 Mei bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 6.000/liter dan minyak solar Rp 5.500/liter dan minyak tanah mengalami kenaikan kembali menjadi Rp 2.500/liter. Pada Tanggal 1 Desember 2008 bensin premium mengalami penurunan menjadi Rp 5.500/liter, sedangkan minyak solar dan minyak tanah tetap. Tanggal 15 Desember minyak solar dan bensin premium mengalami penurunan. Masuk tanggal 26 Nopember 2012 bensin premium dan minyak solar turun menjadi Rp 4.500,sedangkan minyak tanah tetap dari bulan Mei 2008 sampai bulan Nopember 2012.
2.3  Macam-macam Bahan Bakar.

v  Bahan Bakar Fosil (minyak bumi)
Bahan bakar tidak berkelanjutan
Bahan bakar tidak berkelanjutan bersumber pada materi yang diambil dari alam dan bersifat konsumtif. Sehingga hanya bisa sekali dipergunakan dan bisa habis keberadaannya di alam. Misalnya bahan bakar berbasis karbon seperti produk-produk olahan minyak bumi,seperti bensin,solar,minyak tanah,sepertus,bensol,olie,aspal,batu bara dll termasuk tambang uranium,bahan bakar nuklir

v  Bahan Bakar Alternatif
Bahan bakar berkelanjutan ( RENEWABLE )
Bahan bakar berkelanjutan bersumber pada materi yang masih bisa digunakan lagi dan tidak akan habis keberadaannya di alam

v  Bahan Bakar alternatif dibedakan lagi menjadi dua :
1.      Bahan bakar alternatif dari alam
2.      Bahan baker alternatif dari limbah

v  Beberapa Bahan Bakar alternatif dari alam :
-          Bahan bakar air-hidrogen
-          Energi air
-          Energi matahari
-          Energi angin
-          Energi gelombang laut
-          Bahan bakar dari tumbuhan/buah-buahan


v  Beberapa Bahan Bakar dari alternatif dari limbah :
-          Bahan bakar dari limbah plastik
-          Bahan bakar dari abu batu bara
-          Bahan bakar dari ranting atau tempurung kelapa dibuat menjadi arang
-          Bahan bakar dari kotoran hewan atau manusia dibuat menjadi biogas

v  Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia,di antaranya adalah :
1.      Minyak tanah rumah tangga.
2.      Minyak tanah industri.
3.      Pertamax.
4.      Pertamax plus.
5.      Premium.
6.      Bio Premium.
7.      Bio Solar.
8.      Pertamina Dex.
9.      Solar Transportasi.
10.  Solar Industri.
11.  Minyak Diesel.
12.  Minyak Bakar.

2.4  Kenaikan BBM menimbulkan inflasi.

v  Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Inflasi dan Perekonomian
Jika terjadi kenaikan harga BBM, maka akan terjadi inflasi. Terjadinya inflasi ini tidak dapat dihindari karena bahan bakar, dalam hal ini premium, merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, dan merupakan jenis barang komplementer. Meskipun ada berbagai cara untuk mengganti penggunaan BBM, tapi BBM tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Inflasi akan terjadi karena apabila subsidi BBM dicabut, harga BBM akan naik. Masyarakat mengurangi pembelian BBM. Uang tidak tersalurkan ke pemerintah tapi tetap banyak beredar di masyarakat. Jika harga BBM naik, harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan pula. Terutama dalam biaya produksi. Inflasi yang terjadi dalam kasus ini adalah “Cost Push Inflation”.Karena inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya produksi. Ini jika inflasi dilihat berdasarkan penyebabnya. Sementara jika dilihat berdasarkan sumbernya, yang akan terjadi adalah “Domestic Inflation”, sehingga akan berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri.
Kenaikan harga BBM akan membawa pengaruh terhadap kehidupan iklim berinvestasi. Biasanya kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biaya produksi, naiknya biaya distribusi dan menaikan juga inflasi. Harga barang-barang menjadi lebih mahal, daya beli merosot, kerena penghasilan masyarakat yang tetap.  Ujungnya perekonomian akan stagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu.
Di sisi lain, kredit macet semakin kembali meningkat, yang paling parah adalah semakin sempitnya lapangan kerja karena dunia usaha menyesuaikan produksinya sesuai dengan kenaikan harga serta penurunan permintaan barang.
Hal-hal di atas terjadi jika harga BBM dinaikkan, Bagaimana jika tidak? Subsidi pemerintah terhadap BBM akan semakin meningkat juga. Meskipun negara kita merupakan penghasil minyak, dalam kenyataannya untuk memproduksi BBM kita masih membutuhkan impor bahan baku minyak juga.
Dengan tidak adanya kenaikan BBM, subsidi yang harus disediakan pemerintah juga semakin besar. Untuk menutupi sumber subsidi, salah satunya adalah kenaikan pendapatan ekspor. Karena kenaikan harga minyak dunia juga mendorong naiknya harga ekspor komoditas tertentu. Seperti kelapa sawit, karena minyak sawit mentah (CPO) merupakan subsidi minyak bumi. Income dari naiknya harga CPO tidak akan sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk subsidi minyak.
v  Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Nasional
Kenaikan harga BBM berdampak pada meningkatnya inflasi. Dampak dari terjadinya inflasi terhadap perekonomian nasional adalah sebagai berikut:
1.      Inflasi akan mengakibatkan perubahan output dan kesempatan kerja di masyarakat,
2.      Inflasi dapat mengakibatkan ketidak merataan pendapatan dalam masyarakat,
3.      Inflasi dapat menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi.
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Sementara dampak inflasi bagi masyarakat, ada yang merasa dirugikan dan ada juga yang diuntungkan. Golongan masyarakat yang dirugikan adalah golongan masyarakat yang berpenghasilan tetap, masyarakat yang menyimpan hartanya dalam bentuk uang, dan para kreditur. Sementara golongan masyarakat yang diuntungkan adalah kaum spekulan, para pedagang dan industriawan, dan para debitur.


Inflasi dapat dikatakan sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah negara atau daerah. Yang mana tingkat inflasi menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen (IHK). Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan disisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi dari suatu barang dan jasa
2.5  Cara mengatasi kenaikan BBM.
Menurut saya, Keputusan pemerintah untuk menaikan dan membatasi bahan bakar minyak (bbm) ada baik dan buruk-nya. Di satu sisi pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut karena ingin mengurangin beban pengeluaran negara atas pembelian minyak mentah yang sekarang ini sudah naik harganya.

1.      Dari kebijakan tersebut yang membatasi dan menaikan harga bbm itu sangatlah di tentang banyak masyarakat hampir semua golongan menentang kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bbm dan membatasi bbm bersubsidi.
2.      Solusinya, lebih baik pemerintah membatalkan kebijakan untuk menaikan harga bbm. Tetapi tetap menjalankan kebijakan pembatasan penggunaan bbm. Seperti pemerintah memberlakuan mobil – mobil pribadi hanya boleh membeli maximal 20 liter bbm bersubsidi dalam sehari. Atau mewajibkan mobil – mobil pribadi menggunakan bbm non subsidi ( pertamax dan pertamax + ) agar bbm bersubsidi dapat di gunakan oleh orang yang tepat ( kalangan menengah kebawah )  .
3.      Kendaraan umum dan kendaraan roda dua ( sepeda motor ) yang mungkin pantas menggunakan bbm bersubsidi. Karena penggunaan kendaraan umum dan sepeda motor itu rata – rata penggunanya adalah semua golongan. Baik mengengah ke atas maupun menengah ke bawah.

KESIMPULAN :
Kesimpulan dari makalah ini adalah Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak dan membatasi penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi itu sangatlah menuai pro dan kontra. Dari segi aspek negara pemerintah sangat mengharuskan melakukan kebijakan tersebut agar angaran belanja minyak mentah dapat di tangani. Namun satu sisi banyak masyarakat yang menentang kebijakan tersebut. Masyarakat merasa tersiksa atas kebijakan pemerintah tersebut. Dan banyak para ormas dan mahasiswa yang tergerak hati kecil nya untuk membela hak rakyat kecil sehingga banyak terjadi demo di mana mana untuk meminta keadilan agar tidak ada pihak yang merasa di rugikan.

SARAN SAYA :
Pemerintah harusnya memberi kebijakan yang lebih adil dan seharusnya bisa membantu dan memikirkan kepintingan rakyat banyak. Dengan keadaan yang sudah ada kondisi bbm bersubsidi seharga 4500/liter sajah masih banyak warga yang kesulitan memperolehnya. Sebaiknya pemerintahan membuat kebijakan negara yang dapat membantu rakyat banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar