BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia
teknologi semakin cepat dan pesat setiap tahunnya begitu juga dengan perusahaan
otomotif yang memproduksi ratusan kendaraan bermotor. Diperkirakan jumlah
kendaraan bermotor roda dua di Indonesia mencapai 73% setiap tahunnya.
Sedangkan kendaraan bermotor roda empat mencapai 27% setiap tahunya. Banyaknya
kendaraan yang diproduksi semakin banyak pula masyarakat yang membutuhkan bahan
bakar minyak,khususnya wilayah jawa barat yang mendominasi kendaraan roda dua
maupun roda empat. Seringkali terjadi keterlambatan pendistribusian yang
mengakibatkkan kelangkaan BBM seiring banyaknya kebutuhan akan BBM.
BBM adalah jenis bahan
bakar (fuel) yang dihasilkan dari pengilangan (refining) minyak mentah (crude
oil). Minyak mentah dari perut bumi diolah dalam pengilangan (refinery)
terlebih untuk menghasilkan produk-produk minyak (oil products),yang termasuk
didalamnya adalah BBM. BBM dibagi menjadi dua jenis yaitu PSO (subsidi) dan Non
PSO (tidak bersubsidi) yang di desain sesuai kebutuhan dan jenis kendaraan yang
menggunakannya. BBM PSO terdiri dari Premium,Minyak Tanah,Minyak Solar,dan Bio
Solar. Sedangkan BBM Non PSO terdiri dari Pertamax,Pertamax Plus,Bio Pertamax dan
Pertamina Dex.
Kelangkaan BBM terparah
diIndonesia terjadi pada tahun 2000. Pada tahun 2005 Indonesia dilanda dengan
kelangkaan BBM yang kemudian kejadian itu terulang kembali pada tahun 2008.
Besarnya pasar BBM Nasional menduduki urutan ke lima di Asia setelah Cina (6,3
juta barrel perhari), Jepang (5,5 juta barrel perhari), India (2,4 juta barrel
perhari), Korea Selatan (2,25 juta barrel perhari) dan Indonesia (1,4 juta
barrel perhari).
1.2
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian Bahan Bakar Minyak itu?
2. Apa saja
dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak?
3. Apa saja
macam-macam Bahan Bakar?
4. Bagaimana
kenaikan BBM menimbulkan inflasi?
5. Bagaimana
cara mengatasi kenaikan BBM?
1.3 TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui
pengertian Bahan Bakar Minyak.
2. Mengetahui
dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak.
3. Mengetahui
macam-macam Bakar Bakar.
4. Mengetahui
kenaikan BBM menimbulkan inflasi.
5.
Mengetahui cara mengatasi kenaikan BBM.
1.4 MANFAAT MASALAH
1.
Penulis, seluruh
kegiatan penyusunan dan hasil dari penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah
pengalaman, wawasan dan ilmu dari masalah yang dibahas dalam makalah ini.
2.
Pembaca,
makalah ini daharapkan dapat dijadikan sebagai sumber tambahan dan sumber
informasi dalam menambah wawasan pembaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian BBM.
Adalah
suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi
energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan
dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks)
dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses
lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi
eksotermal dan reaksi nuklir (seperti nuklir atau Fusi nuklir).
Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering
digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai adalah logam
radioaktif,maka oleh itu bahan bakar minyak terutama solar,premium dan pertamax
menjadi bahan bakar minyak yang sangat diincar masyarakat luas dan menjadi
bahan bakar unggulan yang dibeli setiap hari sebagai bahan bakar kendaraan.
Sebab itu kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap masyarakat terutama
golongan menengah kebawah untuk bahan bakar premium.
v Bahan Bakar dibedakan menjadi tiga wujud yaitu Cair,Padat dan
Gas. Jenis-jenis Bahan Bakar yaitu :
A. Bahan Bakar Cair.
Bahan bakar yang berbentuk cair, paling
populer adalah bahan bakar minyak atau
BBM. Selain bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, bahan bakar cair
biasa digunakan kendaraan bermotor. Karena Bahan Bakar cair seperti Bensin bisa
dibakar dalam karburator dan menjalankan mesin.
B. Bahan Bakar Padat.
Bahan bakar padat merupakan
bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan menjadi sumber energi panas.
Misalnya kayu dan batubara. Energi panas yang dihasilkan bisa digunakan untuk memanaskan
air menjadi uap untuk menggerakkan peralatan dan menyediakan energi.
C. Bahan Bakar Gas.
Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni
Compressed Natural Gas (CNG)
dan Liquid Petroleum Gas (LPG.
CNG pada dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah campuran dari
propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk kompor rumah
tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan untuk
sebagian kendaraan bermotor.
v Bahan bakar yang secara alami didapat dari alam :
1.
Gas Alam.
2.
Metan dari penambang batu
bara.
3.
Bahan bakar gas yang terbuat
dari bahan bakar padat.
4.
Gas yang terbentuk dari batu
bara.
5.
Gas yang terbentuk dari
limbah dan biomasa.
6.
Gas yang terbuat dari minyak
bumi.
7.
Gas dari proses fermentasi.
2.2 Dampak kenaikan
Bahan Bakar Minyak.
v Dampak
Positif :
1.
Munculnya bahan bakar dan kendaraan
alternatif
Seiring
dengan melonjaknya harga minyak dunia, muncul berbagai bahan bakar alternatif
baru. Yang sudah di kenal oleh masyarakat luas adalah BBG (Bahan Bakar Gas).
Harga juga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi. Ada juga bahan
bakar yang terbuat dari kelapa sawit. Tentunya bukan hal sulit untuk
menciptakan bahan bakar alternatif mengingat Indonesia adalah Negara yang kaya
akan Sumber Daya Alam. Selain itu, akan muncul juga berbagai kendaraan
pengganti yang tidak menggunakan BBM, misalnya saja mobil listrik, mobil yang
berbahan bakar gas, dan kendaraan lainnya.
2.
Pembangunan Nasional akan lebih pesat
Pembangunan
nasional akan lebih pesat karena dana APBN yang awalnya digunakan untuk
memberikan subsidi BBM, jika harga BBM naik, maka subsidi dicabut dan dialihkan
untuk digunakan dalam pembangunan di berbagai wilayah hingga ke seluruh daerah.
3.
Hematnya APBN (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara)
Jika
harga BBM mengalami kenaikan, maka jumlah subsidi yang dikeluarkan oleh
pemerintah akan berkurang. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
dapat diminimalisasi.
4.
Mengurangi Pencemaran Udara
Jika
harga BBM mengalami kenaikan, masyarakat akan mengurangi pemakaian bahan bakar.
Sehingga hasil pembuangan dari bahan bakar tersebut dapat berkurang, dan akan berpengaruh
pada tingkat kebersihan udara.
v Dampak
negatif :
1.
Harga barang-barang dan jasa-jasa
menjadi lebih mahal.
Harga
barang dan jasa akan mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya biaya produksi
sebagai imbas dari naiknya harga bahan bakar.
2.
Apabila harga BBM memang dinaikkan, maka
akan berdampak bagi perekonomian khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan
menengah).
3.
Meningkatnya biaya produksi yang
diakibatkan oleh: misalnya harga bahan, beban transportasi dll.
4.
Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh,
maka rantai perekonomian akan terputus.
5.
Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran.
6.
Inflasi
Inflasi
akan terjadi jika harga BBM menglami kenaikan. Inflasi yang terjadi karena
meningkatnya biaya produksi suatu barang atau jasa.
v Grafik
kenaikan BBM dari tahun 1965-2008 yaitu :
Dapat
kita lihat dari tahun 1965 sampai 1976 minyak tanah tidak ada perubahan harga
Rp0.5/liter, begitupula dengan premium dan solar. Pada saat tahun 1983 sampai
1991 mulai ada kenaikan harga premium,solar dan minyak tanah menjadi Rp 5.00/liter,
pada tahun 2000 mengalami kenaikan harga premium Rp 1.200/liter,dan solar Rp 5.00/liter.
Sedangkan pada tahun 2001 harga premium menjadi Rp 1.500/liter, dan harga solar
menjadi Rp 1.000/liter, sedangkan harga minyak tanah tetap. Pada tahun 2002
sampai 2003 harga premium dan solar mengalami harga yang sama yaitu Rp 2.000/liter,
sedangkan harga minyak tanah Rp 8.00/liter. Tahun 2005 sampai 2007 harga
premium dan solar naik menjadi Rp 4.500/liter,dan akhir Tahun 2008 minyak tanah
mengalami kenaikan harga menjadi Rp 2.500/liter, solar mengalami harga yang
tetap dengan tahun 2007 sedangkan premium naik lagi menjadi Rp 6.000/liter.
v Kesimpulan
dari grafik tersebut adalah :
Premium diIndonesia
naik dari Rp 0.5 pada Tahun 1966 menjadi Rp 5500 pada bulan Desember 2008.
Kenaikan 11.000 kali, jauh dibawah angka pertumbuhan Indonesia selama 32 tahun.
Sedangkan harga solar naik dari Rp 0.4 pada Tahun 1996 menjadi Rp 5500 pada
bulan Desember 2008. Kanaikan lebih 13.750 kali dari semula. Harga minyak tanah
naik dari Rp 0.3 pada Tahun 1966 menjadi Rp 2.500 pada bulan Desember 2009.
v Table
kenaikan-kenaikan harga BBM tahun 2003-2012 :
Berlaku
|
||||
Tahun
|
Tanggal
|
Bensin
premium
|
Minyak solar
|
Minyak tanah
|
4.500,00
|
4.500,00
|
2.500,00
|
||
5.000,00
|
4.800,00
|
2.500,00
|
||
5.500,00
|
5.500,00
|
2.500,00
|
||
6.000,00
|
5.500,00
|
2.500,00
|
||
4.500,00
|
4.300,00
|
2.000,00
|
||
2.400,00
|
2.100,00
|
2.200,00
|
||
1.810,00
|
1.650,00
|
1.800,00
|
||
1.810,00
|
1.890,00
|
1.970,00
|
||
Penjelasan table diatas
pada awal bulan 1 Januari 2003 harga bensin premium Rp 1.810/liter, minyak
solar Rp 1.890/liter,dan minyak tanah Rp 1.970/liter. Saat tanggal 21 Januari
2003 bensin premium masih dengan harga Rp 1.810/liter, sedangkan minyak solar
Rp 1.650/liter dan minyak tanah Rp 1.800. Pada tanggal 1
Maret 2005 bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 2.400/liter dan minyak
solar Rp 4.300/liter dan minyak tanah Rp 2.200/liter. Pada tangggal 1 Oktober
2005 bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 4.500/liter dan minyak solar
Rp 4.300/liter dan minyak tanah mengalami penurunan menjadi Rp 2.000/liter.
Masuk Tahun 2008 pada tanggal 24 Mei
bensin premium mengalami kenaikan menjadi Rp 6.000/liter
dan minyak solar Rp 5.500/liter dan minyak tanah mengalami kenaikan kembali
menjadi Rp 2.500/liter. Pada Tanggal 1 Desember 2008 bensin premium mengalami
penurunan menjadi Rp 5.500/liter, sedangkan minyak solar dan minyak tanah
tetap. Tanggal 15 Desember minyak solar dan bensin premium
mengalami penurunan. Masuk tanggal 26 Nopember 2012 bensin premium dan minyak
solar turun menjadi Rp 4.500,sedangkan minyak tanah tetap dari bulan Mei 2008
sampai bulan Nopember 2012.
2.3 Macam-macam Bahan
Bakar.
v Bahan Bakar Fosil (minyak bumi)
Bahan bakar tidak berkelanjutan
Bahan bakar tidak berkelanjutan bersumber pada materi yang
diambil dari alam dan bersifat konsumtif. Sehingga hanya bisa sekali
dipergunakan dan bisa habis keberadaannya di alam. Misalnya bahan bakar
berbasis karbon seperti produk-produk olahan minyak bumi,seperti
bensin,solar,minyak tanah,sepertus,bensol,olie,aspal,batu bara dll termasuk
tambang uranium,bahan bakar nuklir
v Bahan Bakar Alternatif
Bahan bakar berkelanjutan ( RENEWABLE )
Bahan bakar berkelanjutan bersumber pada materi yang masih
bisa digunakan lagi dan tidak akan habis keberadaannya di alam
v
Bahan Bakar alternatif dibedakan lagi menjadi
dua :
1.
Bahan bakar alternatif
dari alam
2.
Bahan baker alternatif
dari limbah
v
Beberapa Bahan Bakar alternatif dari alam :
-
Bahan bakar air-hidrogen
-
Energi air
-
Energi matahari
-
Energi angin
-
Energi gelombang laut
-
Bahan bakar dari tumbuhan/buah-buahan
v Beberapa Bahan Bakar dari
alternatif dari limbah :
-
Bahan bakar dari limbah plastik
-
Bahan bakar dari abu batu bara
-
Bahan bakar dari ranting atau tempurung
kelapa dibuat menjadi arang
-
Bahan bakar dari kotoran hewan atau
manusia dibuat menjadi biogas
v Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia,di antaranya
adalah :
1. Minyak tanah rumah tangga.
2. Minyak tanah industri.
3. Pertamax.
4. Pertamax plus.
5. Premium.
6. Bio Premium.
7. Bio Solar.
8. Pertamina Dex.
9. Solar Transportasi.
10. Solar Industri.
11. Minyak Diesel.
12. Minyak Bakar.
2.4 Kenaikan BBM
menimbulkan inflasi.
v Dampak
Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Inflasi dan Perekonomian
Jika terjadi kenaikan
harga BBM, maka akan terjadi inflasi. Terjadinya inflasi ini tidak dapat
dihindari karena bahan bakar, dalam hal ini premium, merupakan kebutuhan vital
bagi masyarakat, dan merupakan jenis barang komplementer. Meskipun ada berbagai
cara untuk mengganti penggunaan BBM, tapi BBM tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan masyarakat sehari-hari.
Inflasi akan terjadi
karena apabila subsidi BBM
dicabut, harga BBM akan naik. Masyarakat mengurangi pembelian BBM. Uang tidak
tersalurkan ke pemerintah tapi tetap banyak beredar di masyarakat. Jika harga
BBM naik, harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan pula. Terutama dalam
biaya produksi. Inflasi yang terjadi dalam kasus ini adalah “Cost Push Inflation”.Karena inflasi
ini terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya produksi. Ini jika inflasi
dilihat berdasarkan penyebabnya. Sementara jika dilihat berdasarkan sumbernya,
yang akan terjadi adalah “Domestic
Inflation”, sehingga akan berpengaruh terhadap perekonomian dalam
negeri.
Kenaikan harga BBM akan
membawa pengaruh terhadap kehidupan iklim berinvestasi. Biasanya kenaikan BBM
akan mengakibatkan naiknya biaya produksi, naiknya biaya distribusi dan
menaikan juga inflasi. Harga barang-barang menjadi lebih mahal, daya beli
merosot, kerena penghasilan masyarakat yang tetap. Ujungnya perekonomian
akan stagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu.
Di sisi lain, kredit
macet semakin kembali meningkat, yang paling parah adalah semakin sempitnya
lapangan kerja karena dunia usaha menyesuaikan produksinya sesuai dengan
kenaikan harga serta penurunan permintaan barang.
Hal-hal di atas terjadi
jika harga BBM dinaikkan, Bagaimana jika tidak? Subsidi pemerintah terhadap BBM
akan semakin meningkat juga. Meskipun negara kita merupakan penghasil minyak,
dalam kenyataannya untuk memproduksi BBM kita masih membutuhkan impor bahan
baku minyak juga.
Dengan tidak adanya
kenaikan BBM, subsidi yang harus disediakan pemerintah juga semakin besar.
Untuk menutupi sumber subsidi, salah satunya adalah kenaikan pendapatan ekspor.
Karena kenaikan harga minyak dunia juga mendorong naiknya harga ekspor
komoditas tertentu. Seperti kelapa sawit, karena minyak sawit mentah (CPO)
merupakan subsidi minyak bumi. Income dari naiknya harga CPO tidak akan
sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk subsidi minyak.
v Dampak
Inflasi Terhadap Perekonomian Nasional
Kenaikan harga BBM
berdampak pada meningkatnya inflasi. Dampak dari terjadinya inflasi terhadap
perekonomian nasional adalah sebagai berikut:
1. Inflasi akan mengakibatkan perubahan
output dan kesempatan kerja di masyarakat,
2. Inflasi dapat mengakibatkan ketidak
merataan pendapatan dalam masyarakat,
3. Inflasi dapat menyebabkan penurunan
efisiensi ekonomi.
Inflasi memiliki dampak
positif dan dampak negatif, tergantung
parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai
pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu
meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja,
menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah,
yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi),
keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang
menjadi tidak bersemangat kerja,
menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena
harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai
negeri atau karyawan swasta
serta kaum buruh juga
akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi
semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Sementara dampak
inflasi bagi masyarakat, ada yang merasa dirugikan dan ada juga yang
diuntungkan. Golongan masyarakat yang dirugikan adalah golongan masyarakat yang
berpenghasilan tetap, masyarakat yang menyimpan hartanya dalam bentuk uang, dan
para kreditur. Sementara golongan masyarakat yang diuntungkan adalah kaum
spekulan, para pedagang dan industriawan, dan para debitur.
Inflasi dapat dikatakan
sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah
negara atau daerah. Yang mana tingkat inflasi menunjukkan perkembangan harga
barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen (IHK).
Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang
berpenghasilan tetap, dan disisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi dari
suatu barang dan jasa
2.5 Cara mengatasi
kenaikan BBM.
Menurut saya, Keputusan pemerintah
untuk menaikan dan membatasi bahan bakar minyak (bbm) ada baik dan buruk-nya.
Di satu sisi pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut karena ingin
mengurangin beban pengeluaran negara atas pembelian minyak mentah yang sekarang
ini sudah naik harganya.
1. Dari
kebijakan tersebut yang membatasi dan menaikan harga bbm itu sangatlah di
tentang banyak masyarakat hampir semua golongan menentang kebijakan pemerintah
untuk menaikan harga bbm dan membatasi bbm bersubsidi.
2. Solusinya,
lebih baik pemerintah membatalkan kebijakan untuk menaikan harga bbm. Tetapi
tetap menjalankan kebijakan pembatasan penggunaan bbm. Seperti pemerintah
memberlakuan mobil – mobil pribadi hanya boleh membeli maximal 20 liter bbm
bersubsidi dalam sehari. Atau mewajibkan mobil – mobil pribadi menggunakan bbm
non subsidi ( pertamax dan pertamax + ) agar bbm bersubsidi dapat di gunakan
oleh orang yang tepat ( kalangan menengah kebawah ) .
3. Kendaraan
umum dan kendaraan roda dua ( sepeda motor ) yang mungkin pantas menggunakan
bbm bersubsidi. Karena penggunaan kendaraan umum dan sepeda motor itu rata –
rata penggunanya adalah semua golongan. Baik mengengah ke atas maupun menengah
ke bawah.
KESIMPULAN :
Kesimpulan
dari makalah ini adalah Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar
minyak dan membatasi penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi itu sangatlah
menuai pro dan kontra. Dari segi aspek negara pemerintah sangat mengharuskan
melakukan kebijakan tersebut agar angaran belanja minyak mentah dapat di tangani.
Namun satu sisi banyak masyarakat yang menentang kebijakan tersebut. Masyarakat
merasa tersiksa atas kebijakan pemerintah tersebut. Dan banyak para ormas dan
mahasiswa yang tergerak hati kecil nya untuk membela hak rakyat kecil sehingga
banyak terjadi demo di mana mana untuk meminta keadilan agar tidak ada pihak
yang merasa di rugikan.
SARAN SAYA :
Pemerintah harusnya memberi kebijakan yang lebih
adil dan seharusnya bisa membantu dan memikirkan kepintingan rakyat banyak.
Dengan keadaan yang sudah ada kondisi bbm bersubsidi seharga 4500/liter sajah
masih banyak warga yang kesulitan memperolehnya. Sebaiknya pemerintahan membuat
kebijakan negara yang dapat membantu rakyat banyak.
